Sejarah Prodi Ilmu Gizi

Program Studi Ilmu Gizi mulai berdiri pada tahun 2002. Program studi ini lahir dari bagian gizi yang ada di Fakultas Kedokteran. Salah satu inisiator pendirinya adalah (Alm) Prof. Dr. dr. Satoto, SpGK. Beliau mempunyai cita-cita dan harapan, terbentuknya kerajaan gizi di Universitas Diponegoro. Dimana kerajaan gizi ini dimaknai dengan terciptanya pusat studi gizi, dimulai dari pendidikan Sarjana, Magister, Doktoral dan profesi gizi, bahkan jika memang diperlukan bisa pula dibentuk pendidikan vokasi.

Diawali dengan beberapa pertemuan beberapa ahli dan pemerhati gizi di wilayah Kota Semarang, akhirnya terbentuklah Program Studi Ilmu Gizi dengan nomor Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Studi :1870/D/2002 dan tanggal SK pendirian 3 September 2002 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Program Ilmu Gizi Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro ini merupakan salah satu pioner bersama 4 universitas lain (UGM, UB, UNHAS dan Universitas Esa Unggul) dalam pendirian Program Sarjana gizi di Indonesia.

Penyelenggaraan Program Studi dimulai pada tanggal 3 September 2002, tetapi SK untuk izin operasional baru terbit pada tanggal 18 Mei tahun 2004 dengan nomor SK: 1665/D/2004. Tahun 2004 ini baru dimulai penerimaan mahasiswa baru baik dari jalur reguler (dari lulusan Sekolah Menengah Umum) maupun dari alih jalur/ lintas jalur (LJ) yaitu dari lulusan pendidikan Diploma Gizi.

Program Studi Ilmu Gizi terus berkembang dengan baik dari sisi SDM dosen maupun mahasiswa, serta sarana dan prasarana. Pada tahun 2014 dibentuklah Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, dengan bergabungnya Magister Ilmu Gizi. Pada tahun 2015 mulai dirintis Program Doktor Ilmu Gizi.