
Cleo Indaryono, S.Gz, M.Epid
– Alumni Prodi S1 Gizi FK Undip (2011 – 2016)
– Experiences :
1. Co-Founder & Chief of Executive – 2021-present
(Yayasan Muda Berdaya Bersama, Tangerang Selatan, Indonesia)
2. Director of Operation – 2020-present
(TASA Swimming Pool Group, Tangerang Selatan)
3. Co-Founder & Operations Coordination – 2019-present
(Yayasan Cita Pelangi Nusantara – Sekolah Cita Pelangi, Tangerang Selatan)
4. Head of Office – 2019-2020
(Public Advis CSR Indonesia, Jakarta)
5. National Director for Internasional Project Managemnet – 2016-2027
(AIESEC Indonesia)
– Project Accomplishment :
2026-current – Grand Recipient from TIFA Foundation
2024-current – Braze Aspire to Inspire
2023-current – Muda Berdaya Mentoring Program Scholarship
2023 – Equal Future for Youth Conference
2022 – Bahagia Bercerita
”Ilmu Gizi Sebagai Fondasi Solusi Holistik, Berdampak, dan Berkelanjutan.”
Cleo Indaryono, S.Gz, M.Epid, merupakan Alumni Angkatan 2011 dari Program Studi Gizi, Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Saat ini, ia mengelola sejumlah usaha di sektor Edukasi, Hospitality, dan Makanan, serta berperan aktif sebagai Co-founder dan Chief of Executive Yayasan Muda Berdaya Bersama (www.ymbbindonesia.org), dengan fokus membuka peluang bagi generasi muda dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi Cleo Indaryono, Ilmu Gizi bukan sekadar teori, melainkan fondasi berpikir yang menghadirkan perspektif holistik dalam melihat masalah dan merancang solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan, utamanya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kepemimpinan pemuda. Melalui perjalanan karirnya, ia menunjukkan bahwa Ilmu Gizi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kesehatan melalui intervensi gizi dengan pendekatan berbasis data, sistem, dan kolaborasi lintas sektor.
Pengalaman berharga ia peroleh ketika lulus S1 Gizi menjadi Program Manager pada Outreach Therapeutic Infant Food Agency (OTIFA) yang dilaksanakan oleh Public Advis International Foundation. Tim yang ia pimpin berhasil mengelola program berbasis komunitas dengan melatih lebih dari 100 relawan untuk melakukan active case finding balita at risk malnutrisi dan melakukan monitoring di Kota/Kabupaten Tasikmalaya dengan bantuan Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial setempat. Program tersebut berhasil dipresentasikan di hadapan Menteri Kesehatan untuk mendorong adopsi program di tingkat nasional.


Selain itu, bersama Yayasan Muda Berdaya Bersama, ia merancang Program Rumah Hijau Initiative dengan mengembangkan konsep farm-to-table di sebuah panti asuhan di area Jakarta. Program ini memberdayakan remaja untuk proses budidaya sayuran dan ikan dengan sistem hidroponik dan akuaponik, sekaligus memperkenalkan konsep Gizi Seimbang dan sistem pangan berkelanjutan di panti asuhan.


Proses belajar di Program Studi Gizi FK Undip yang interaktif melalui presentasi dan diskusi aktif membuat ia terbiasa menyampaikan ide dan hasil analisis secara kritis di kelas. Pengalaman ini membentuk kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi secara efektif dan sederhana. Selain itu, pengalaman organisasi, berperan besar dalam mengasah kemampuan komunikasinya terutama dalam menerjemahkan isu teknis menjadi lebih mudah dipahami. Keterampilan ini sangat penting saat terjun langsung dan berinteraksi dengan beragam latar belakang dan lapisan masyarakat.
Motivasi terbesar untuk terus bertumbuh dan berkembang lahir dari pengalaman saat menyaksikan relawan membangun kedekatan dengan masyarakat dan bagaimana Ilmu Gizi mampu mengubah kehidupan. Baginya Ilmu Gizi bukan sekedar pengetahuan, melainkan sarana untuk menciptakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Tantangan besar selama berkarir kerap ia dapatkan utamanya dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu serta aktivis di bidang kesehatan dan sosial. Namun bagi Cleo Indaryono, “Menjadi PEREMPUAN BERDAYA bukan tentang melakukan semuanya, tetapi berani memilih dan bertanggung jawab atas setiap pilihan”.Ia percaya bahwa dalam kapasitas apa pun, setiap orang memiliki peran untuk menciptakan suatu perubahan sekecil apa pun langkah yang diambil.

Dalam 5-10 tahun ke depan, Ilmu Gizi memiliki peran luas salah satunya pada aspek pemberdayaan masyarakat seiring meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam menjaga kualitas hidup. Hal ini menjadikan mindset dan perspektif seorang Ahli Gizi semakin dibutuhkan dalam perencanaan suatu program.
Bagi adik-adik mahasiswa, utamanya di Program Studi Gizi FK Undip, nikmati masa mahasiswa sebaik-baiknya, karena inilah waktu untuk mengumpulkan ilmu dan pengalaman sebagai bekal untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Pesannya sederhana: “Jadilah sedikit lebih berani dari kemarin. Beranilah bermimpi lebih besar dan mengambil peluang, serta memperluas jejaring dan menciptakan inisiatif”.Di tengah dunia yang terus berubah dan berkembang, kemampuan beradaptasi menjadi kunci. Gunakan masa mahasiswa untuk mengenali potensi, memperbaiki kekurangan, dan membentuk nilai diri. Karena pada akhirnya, masa mahasiswa akan berlalu—jadikan ia penuh makna.